Di kota ini, selain banyak berdiri perusahaan sarung tenun besar
yang menggunakan alat tenun mesin (ATM) semacam PT. Behaestex, juga
banyak dijumpai indutri rumah tangga (home industry) sarung tenun dengan
alat tenun bukan mesin (ATBM). Tentunya pengerjaannya masih dilakukan
secara tradisional. Meskipun pengerjaannya masih tradisional, namun mutu
sarung tenun yang dihasilkan tidak kalah bahkan lebih baik bila
dibandingkan dengan sarung tenun produk mesin (ATM). Harga sarung tenun
tradisional harganya jauh lebih mahal dibanding dengan sarun tenun ATM.
Tidak hanya dari segi mutu, corak serta motif yang lebih bernuansa alam
tampaknya menjadikan pesona tersendiri bagi para konsumennya sehingga
banyak yang rela merogoh kantongnya untuk membeli dengan harga yang
mahal.
Di Kabupaten Gresik, sentra penghasil sarung tenun tradisional ini
banyak tersebar di Kecamatan Cerme dan Benjeng. Ada yang merupakan
cabang usaha (binaan) dari perusahaan sarung tenun besar semacam PT.
Behaestex seperti yang terletak di Desa Ngembung dan Dungus Kecamatan
Cerne, ada juga yang merupakan usaha mandiri keluarga yang banyak
dijumpai di Desa Wedani Kecamatan Cenne. Di Desa Wedani ini, tak kurang
dari 25 unit usaha keluarga (home industry) sarung tenun tradisional,
baik yang berskala kecil (± 10 orang tenaga kerja) sampai skala yang
agak besar (± 100 orang tenaga kerja).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar