Minggu, 09 Maret 2014

Proses Produksi

 

Pembuatan sarung tenun tradisional ini membutuhkan keterampilan tersendiri. Namun, bagi penduduk desa Wedani ketrampilan seperti ini tidak memerlukan pendidikan khusus karena dipelajari secara turun temurun. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan sarung tenun ini terdiri dari 2 (dua) bahan pokok, yaitu benang dan bahan pewarna. Untuk benang terdiri dari 2 macam (ukuran), benang boom (ukuran 210) sebagai bahan dasar, sedangkan benang yang dipakai untuk bahan corak (pakan) berukuran lebih besar yaitu 140. Sedangkan pewarna berupa pewarna sintetis khusus untuk pewarna kain (benang). Proses pembuatan sarung tenun ini diawali dari proses pencucian benang baik benang boom maupun benang pakan sehingga dihasilkan benang yang benar-benar putih.

sarung tenun

Di kota ini, selain banyak berdiri perusahaan sarung tenun besar yang  menggunakan alat tenun mesin (ATM) semacam PT. Behaestex, juga banyak dijumpai indutri rumah tangga (home industry) sarung tenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Tentunya pengerjaannya masih dilakukan secara tradisional. Meskipun pengerjaannya masih tradisional, namun mutu sarung tenun yang dihasilkan tidak kalah bahkan lebih baik bila dibandingkan dengan sarung tenun produk mesin (ATM). Harga sarung tenun tradisional harganya jauh lebih mahal dibanding dengan sarun tenun ATM. Tidak hanya dari segi mutu, corak serta motif yang lebih bernuansa alam tampaknya menjadikan pesona tersendiri bagi para konsumennya sehingga banyak yang rela merogoh kantongnya untuk membeli dengan harga yang mahal.
Di Kabupaten Gresik, sentra penghasil sarung tenun tradisional ini banyak tersebar di Kecamatan Cerme dan Benjeng. Ada yang merupakan cabang usaha (binaan) dari perusahaan sarung tenun besar semacam PT. Behaestex seperti yang terletak di Desa  Ngembung dan Dungus Kecamatan Cerne, ada juga yang merupakan usaha mandiri keluarga yang banyak dijumpai di Desa Wedani Kecamatan Cenne. Di Desa Wedani ini, tak kurang dari 25 unit usaha keluarga (home industry) sarung tenun tradisional, baik yang berskala kecil (± 10 orang tenaga kerja) sampai skala yang agak besar (± 100 orang tenaga kerja).